Penyebab dan Gejala Kista Ovarium
image by google
Kista
ovarium adalah kantung berisi cairan, yang berkembang dalam ovarium
(indung telur) yang mirip dengan lepuhan kulit, yang sering terjadi pada
wanita selama masa reproduksi mereka. Kista terbentuk pada indung
telur, berukuran sebesar biji almond pada sisi rahim.
Berbeda dengan Mioma, kista
berbentuk cairan dan biasanya tumbuh dalam ovarium, sedangkan mioma
berbentuk massa solid (tumor) dan tumbuh pada dinding rahim wanita.
Sebagian besar jenis kista ovarium
tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun.
Namun, dalam beberapa kasus dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri
haid, kista pecah, perdarahan, hingga penyakit serius, seperti kanker
endometrium.
Apa Yang Menjadi Penyebab Kista Ovarium?
Fungsi normal ovarium adalah untuk
menghasilkan telur setiap bulan, selama proses ovulasi. Struktur kista
yang disebut folikel terbentuk di dalam ovarium. Folikel pecah ketika
telur matang dilepaskan selama ovulasi. Jika folikel gagal untuk pecah
dan melepaskan telur, cairannya tetap tinggal dan dapat membentuk kista
kecil (lebih kecil dari 4 cm). Ini normal terjadi dan kondisi ini
disebut sebagai kista fungsional yang biasanya akan hilang dengan
sendirinya.
Kista ovarium abnormal, seperti
polycystic ovarian disease, dapat terjadi sebagai akibat dari ketidak
seimbangan hormon wanita (estrogen dan progesteron).
Beberapa resiko yang menjadi penyebab berkembangnya kista ovarium, adalah wanita yang biasanya memiliki :
- Riwayat kista ovarium terdahulu
- Siklus haid tidak teratur
- Perut buncit
- Menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda)
- Sulit hamil
- Penderita hipotiroid
- Penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi (tamoxifen)
Jenis-jenis Kista Ovarium
1. Kista fungsional
Kista ini normal, sering akan
menyusut dan menghilang dalam waktu dua atau tiga siklus menstruasi.
Karena jenis kista ini terbentuk selama proses ovulasi, jarang terjadi
pada wanita menopause karena telur tidak lagi diproduksi.
2. Kista dermoid
Ini adalah kista ovarium yang tidak
hanya berisi cairan, tapi juga lemak serta dipenuhi dengan berbagai
jenis jaringan, termasuk rambut dan kulit. Jenis ini biasanya menyerang
wanita berusia lebih muda dan dapat tumbuh besar (15 cm), dapat
meradang dan menyebabkan posisi tuba fallopi terlilit.
3. Kista endometrioma
Kista ini juga dikenal sebagai
"kista coklat" disebut juga endometriosis, dan jenis ini terjadi ketika
jaringan lapisan rahim (endometrial) menempel pada ovarium. Biasanya
berisi darah kecoklatan, dan ukurannya berkisar antara 2 cm hingga 20
cm. Karakteristiknya : menyerang wanita usia reproduksi, menimbulkan
sakit nyeri haid yang luar biasa, dan mengganggu kesuburan (fertilitas).
4. Kistadenoma
Ini adalah kista ovarium yang
berkembang dari sel-sel pada permukaan luar ovarium. Kista jenis ini
biasanya berisi cairan dan dapat berukuran sangat besar, bahkan
diameternya bisa mencapai 30cm atau lebih.
5. Polycystic Ovarian Disease
Penyakit ini mengacu pada kista
yang terbentuk dari penumpukan folikel, dimana kista-kista kecil
terbentuk disekeliling luar ovarium. Kondisi ini bisa terjadi pada
wanita normal, maupun pada wanita yang mengalami gangguan hormon
endokrin. Kista ini menyebabkan lapisan luar ovarium menjadi tebal,
yang dapat mencegah terjadinya ovulasi, dan sering menjadi penyebab
masalah kesuburan.
6. Polycystic Ovarian Syndrom (PCOS)
Kondisi dimana ditemukan banyak
kista dalam ovarium. Hal ini terjadi karena ovarium memproduksi hormon
androgen secara berlebihan, dan bisa terjadi karena faktor genetic
(keturunan). Penyakit ini sangat lazim terjadi, yaitu menimpa sekitar
4-7% wanita usia reproduksi.
PCOS dapat memiliki gejala seperti :
tumbuh bulu lebat, wajah berjerawat, ataupun gangguan siklus haid.
Komplikasinya dapat berupa meningkatnya resiko penyakit jantung,
kolesterol, Diabetes Mellitus tipe 2 maupun tekanan darah tinggi sebagai
akibat resistansi insulin. Selain itu juga dapat meningkatkan resiko
kanker endometrium bila jarak antar periode haid > 60 hari.
Penyakit PCOS ini, juga menjadi
penyebab infertilitas pada wanita, meningkatnya resiko keguguran &
komplikasi kehamilan, serta perdarahan di luar siklus haid.
Bagaimana Gejala Kista ovarium?
Kista ovarium sering tidak
menimbulkan gejala, namun ketika kista ovarium hadir dapat menyebabkan
rasa nyeri atau rasa penuh atau tekanan di perut serta rasa nyeri selama
hubungan seksual.
Rasa nyeri lebih disebabkan oleh
sejumlah faktor, seperti ukuran kista, pendarahan atau cairan dari kista
yang pecah menyebabkan iritasi pada jaringan perut. Nyeri juga dapat
disebabkan ketika kista terpelintir (disebut torsi), yang dapat
menghalangi aliran darah ke kista.
Gejala lain yang mungkin dirasakan
ketika proses pelepasan sel telur pada periode ovulasi tertunda,
menyebabkan siklus haid tidak teratur, atau periode haid yang luar biasa
menyakitkan, atau dengan gejala antara lain seperti di bawah ini :
- Kram perut bawah atau nyeri panggul yang timbul tenggelam dan tiba-tiba menusuk
- Siklus haid tidak teratur
- Perut bawah sering terasa penuh atau tertekan
- Nyeri haid yang luar biasa, bahkan terasa hingga ke pinggang belakang
- Nyeri panggul setelah olahraga intensif atau senggama
- Sakit atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau BAB
- Mual dan muntah
- Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina
Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, beritahu dokter Anda sesegera mungkin.
Sumber : http://www.about.com, http://www.cancerhelps.com


0 komentar:
Posting Komentar
Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau titip link, akan dimasukan ke folder SPAM.